Memahami Perkembangan Serta Bagaimana Nokia Bisa Runtuh?

152 Views

Anda pastinya pernah mendengar atau mungkin juga pernah menjadi pengguna setia handphone Nokia? Siapa yang tidak mengenal HP yang satu ini. Memiliki nama Nokia dengan simbol dua tangan yang akan bergandeng tangan ini sangat populer dulunya sebelum datangnya Blackberry dan juga Android.

Sejarah Nokia memang menjadi sesuatu hal yang menarik untuk dibahas. Sejarah Nokia menjadi sejarah yang mungkin begitu fenomenal di hati masyarakat Indonesia, karena Nokia menjadi salah satu perusahaan ponsel yang berhasil mengambil hati masyarakat Indonesia untuk menggunakan produknya pada tahun 2000 an.

Tentu saja hal tersebut dibarengi dengan keterjangkauan harga yang ditawarkan oleh Nokia serta keberagaman ponselnya sendiri. Selama 14 tahun lebih kiprahnya didalam dunia telepon, memang belum ada yang sanggup menyaingi popularitas dan kesuksesan yang diperoleh oleh Nokia kala itu.

Haya saja menjadi yang pertama tentu bukanlah jaminan dan alasan agar tetap eksis dan mendapatkan kiprah di dunia teknologi yang kian maju sekarang ini.

Inilah salah satu alasan mengapa nokia menjadi produsen yang gagal dan tidak mampu bersaing dengan yang lainnya dan berakhir dengan kebangkrutan, Nah untuk memahami bagimana Nokia Bisa Runtuh kita simak dulu sejarah dan perkembangan Nokia dan berikut penjelasannya.

Sejarah dan Perkembangan Nokia

Kata Nokia berasal dari nama sebuah komunitas yang tinggal di sungai Emakoskidi negara Finlandia Selatan. Nokia didirikan sebagai perusahaan penggilingan pulp oleh Fredrik Idestam, seorang insinyur pertambangan yang membawa proses pembuatan kertas baru yang lebih murah dari Jerman ke Finlandia, pada tahun 1865. Perusahaan Karet Finlandia kemudian mendirikan pabriknya di kawasan sekitarnya pada awal abad ke-20 dan mulai menggunakan merek Nokia.

Sebelum menjadi sebuah perusahaan yang terkenal, perusahaan Nokia diawali sekitar tahun 1865 oleh Insinyur pertambangan, Fredrik Idestam yang mendirikan pabrik pulp kayu pertama di Rapids Tammerkoski barat daya Finlandia. Insinyur pertambangan Fredrik Idestam mendirikan pabrik pulp groundwood di kota Tampere, di barat daya Finlandia dan memulai pembuatan kertas.

Pada tahun 1868, Idestam membangun pabrik kedua dekat kota Nokia, lima belas kilometer di barat kota Tampere. Perusahaan tersebut kemudian pelan-pelan dari perusahaan kilang menjadi perusahaan yang berbasis karet, pembuat sepatu, kabel dan kabel telepon.

Pada tahun 1871Idestam, dengan bantuan dari teman dekat Leo Mechelin, mengganti dan mengubah perusahaannya menjadi perusahaan yang berbasis saham, bernama Nokia, yang sampai sekarang masih digunakan namanya. Secara singkat akhirnya terdapat 3 buah perusahaan yang akhirnya menciptakan sebuah Nokia Corporation.

Dimana perusahaan baru ini memiliki 5 buah bisnis utama yaitu pembangkit listrik, kabel, karet, elektronik, serta kehutanan. Setelah tahun 1968 hingga 1991 akhirnya berpindahlah pada Mobile. Untuk ponsel itu sendiri, dimulai pada era 1981, yaitu dengan meluncurkan adanya layanan Nordic Mobile Telephone atau NMT. Pada tahun 1991, akhirnya sebuah stAndar dari mobile yang baru dibuka.

Perangkat Nokia ini kemudian digunakan sebagai panggilan dari GSM yang pertama di dunia. Setelah tahun itu, yaitu tepatnya pada tahun 1992 hingga 1999 terjadilah revolusi Mobile dimana Nokia akhirnya memutuskan untuk dapat fokus pada bisnis dengan arah telekomunikasi. Dengan produk pertamanya dengan GSM Handset pertama dengan seri Nokia 1011 meluncur untuk pertama kalinya.

Nah, pada tahun 1999 Nokia merilis ponsel seri 3210 yang tercatat sebagai ponsel paling populer dan tersukses pada saat itu dengan penjualan sebanyak 160 juta unit. Pada tahun berikutnya, hadir ponsel penerusnya yaitu seri 3310 yang juga terbilang sukses di pasaran. Memasuki tahun 2002, Nokia 6650 diluncurkan dan menjadi ponsel 3G pertama yang memungkinkan pengguna untuk menjelajah internet.

Setahun kemudian perusahan ini merilis Nokia 1100, ponsel dengan penjualan tertinggi sepanjang sejarah Nokia yang terjual sebanyak 200 juta unit. Dan pada tahun 2005, Nokia memperkenalkan smartphone seri N70, N90 dan N91 yang memungkinkan pengguna mendengarkan musik, mengambil foto, bermain game dan mengakses internet dalam sebuah ponsel.

Pada tahun ini, Nokia juga merayakan keberhasilannya menjual ponsel sebanyak satu miliar unit dari seluruh dunia. Sebelum ponsel layar sentuh melapisi pasar, telefon genggam seperti Nokia adalah tokoh utama dalam teknologi perangkat genggam. Saat itu, Nokia cukup lama menjadi diktator, sampai akhirnya Nokia runtuh.

Kini, kejayaan Nokia hanya tinggal kenangan. Meskipun sejatinya Nokia kini mencoba untuk merangkat perlahan-lahan menuju gerbang kesuksesannya kembali, namun hingga kini Nokia tetap kalah jauh dibanding kiprahnya pada tahun 2000 an. Namun, apakah apa penyebabnya runtuh Nokia dari bisnis ponsel yang pernah melambungkan namanya.

Bagaimana Nokia Bisa Runtuh?

Nokia, salah satu raja pembuat ponsel sebelum ini tidak menyangka mereka akan lumpuh dalam waktu yang sangat singkat. Nokia memang pernah berada di atas angin dengan keunggulannya di pasar ponsel fitur. Ponsel Nokia digandrungi karena sejumlah hal oleh pengguna ketika itu. Keunggulan yang dimiliki Nokia itulah yang menjadikannya memimpin pasar di antara merek lain.

Mika Grundstrom mengatakan kalau kunci sukses perusahaannya hanya dua hal. Yaitu membuat ponsel dengan baterai terawet dan desain sekecil mungkin. Saat itu memang era feature phone yang fiturnya tak terlampau kompleks. Nokia sukses merilis berbagai model yang laris manis.

Ketika periode awal, Nokia masih digandrungi. Namun semua berubah ketika era smartphone datang, terutama saat dirilisnya iPhone generasi pertama di tahun 2007. Sebagai pemimpin pasar selama lebih dari satu dekade, Nokia tidak benar-benar merencanakan masa depan karena kelihatannya sedikit puas dengan produknya.

Ketika Apple meluncurkan iPhone pada tahun 2007, ponsel sentuh pertama, Nokia masih menggunakan E-series ketika definisi smartphone telah mengalami perubahan yang luar biasa. Itu paling tidak diharapkan dari pionir di pasar smartphone. Keberhasilan iPhone tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap Nokia, tidak seperti Samsung, yang bereksperimen dengan teknologi off-the-shelf.

Dan mengelola transisi ke smartphone jauh lebih cepat dari yang diharapkan. Dan Nokia, yang telah meluncurkan smartphone pertamanya melalui seri Symbian 60 pada tahun 2002, tetap menjadi pelopor tanpa prospek masa depan yang lebih baik. Nokia gagal mengantisipasi, memahami, atau mengatur perusahaannya sendiri untuk menghadapi perubahan zaman.

Jadi, sangat wajar bila Nokia kehilangan loyalitas penggunanya yang lebih memilih untuk beralih menggunakan ponsel dengan sistem operasi yang memudahkannya untuk mengakses internet secara mobile. Daripada memakai WAP browser [browser bawaan OS Java] yang sangat membosankan, karena lola [loading lama]. Jadi, wajar bila bergerak lambat merupakan salah satu alasan runtuhnya ponsel Nokia.

Era smartphone menjadikan pengguna handphone memiliki kemudahan dalam beberapa hal. Tahun 2014, divisi ponsel itu dijual ke Microsoft dan nama Nokia kemudian dihilangkan dari jagat smartphone. Ada harapan brand Nokia akan bangkit lagi di dunia ponsel. Kabarnya Nokia mulai mengincar sistem Android untuk membangkitkan kembali kejayaan brand Nokia sebagai pemimpin ponsel masa depan.

Nokia sudah kembali berhak memakai kembali merek brandnya setelah diambil alih Microsoft. Hanya saja belum dapat dipastikan adakah inovasi baru yang akan digunakan Nokia, ataukah hanya sebatas mengikuti mainstream phone seperti halnya smartphone saat ini. Mungkin saja Nokia tidak jatuh jika sejak awal langsung mengadopsi Android.

Kini, kejayaan Nokia hanya tinggal kenangan karena ketumbangannya banyak smartphone layar sentuh hadir. Gimana? Sudah paham kan, mengapa brand ternama seperti Nokia bisa runtuh (bangkrut).

Ada pelajaran yang bisa kita simpulkan dari kisah diatas, menjadi yang pertama tentu bukanlah jaminan dan alasan agar tetap eksis dan mendapatkan kiprah di dunia teknologi yang kian maju seperti sekarang ini. Untuk itu demikianlah informasi diatas, semoga ulasan diatas dapat memberi manfaat dan pengetahuan bagi pembaca.