Cerita Singkat Tentang Bawang Merah Dan Bawang Putih

58736 Views

Pada zaman dahulu, ada sebuah keluarga kecil yang hidup bahagia. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan seorang gadis cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang harmonis dan bahagia meskipun sang ayah hanya bekerja sebagai seorang pedagang biasa. Suatu hari, kebahagiaan yang ada di dalam keluarga tersebut hilang karena sang ibu meninggal. Setelah itu, Bawang putih sangat sedih karena ia sangat menyayangi ibunya, begitu juga sang ayah yang sangat sedih karena sang istri telah meninggal.

Setelah ibu bawang putih meninggal, rumahnya sering dikunjungi oleh seorang janda yang mempunyai anak bernama bawang merah. Ibu bawang merah sering datang ke rumah bawang putih dan membawakan makanan, membantu membersihkan rumah dan mengobrol dengan ayah bawang putih. Akhirnya, ayah bawang putih berpikir bahwa sebaiknya ia menikah dengan janda tersebut dan menjadikannya sebagai ibu baru untuk bawang putih.

Kemudian sang ayah pun meminta izin kepada bawang putih. Setelah di izinkan bawang putih untuk menikah maka sang ayah segera melaksanakan pernikahan dengan ibu bawang merah. Dan Mereka menjadi sebuah keluarga baru dan tinggal di rumah tersebut. Pada awalnya, ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik terhadap bawang putih. Namun, perilaku baik tersebut tidak bertahan lama. Karna lama-kelamaan bawang merah dan ibunya mulai menunjukkan sikap buruk terhadap bawang putih. Dan pada akhirnya pun bawang putih sering dimarahi dan diberikan pekerjaan berat ketika sang ayah pergi berdagang. Dan Ia pun juga harus mengerjakan banyak pekerjaan rumah sedangkan bawang merah hanya duduk dan tidak bekerja sama sekali. Namun, keadaan tersebut tidak pernah diceritakan kepada sang ayah, sehingga bawang putih terus diperlakukan secara buruk oleh bawang merah dan ibunya.

Pada suatu hari sang ayah sakit dan meninggal dunia. Sejak saat itu, bawang merah dan ibunya pun juga memperlakukan bawang putih semakin buruk. Bahkan sampai Bawang putih hampir tidak pernah istirahat setiap hari. Ketika di pagi hari, ia harus bangun untuk mempersiapkan air dan sarapan untuk bawang merah dan ibunya. Kemudian, ia juga harus memberikan makan ternak, mencuci baju, dan bahkan menyirami seluruh kebun. Meskipun pekerjaan yang harus ia kerjakan begitu banyak, tetapi bawang putih melakukan semua itu dengan gembira. Ia berharap dengan keikhlasan tersebut, sang ibu mau menyayanginya dengan tulus dan menganggapnya sebagai anak kandung.

Pada keesokan harinya, bawang putih disuruh oleh ibunya bawang merah pergi ke sungai untuk mencuci baju. Namun dia begitu gembira ketika disuruh mencuci baju dengan penuh semangat. Karena terlalu semangat, ia tidak sadar bahwa ada sebuah baju yang hanyut. Tanpa Ia sadari bahwa baju tersebut hanyut ketika telah terbawa aliran air yang cukup jauh. Kemudian, ia mengejarnya dan tidak mendapatkan baju tersebut. Ia merasa putus asa dan segera pulang ke rumah.

Baju tersebut merupakan baju kesayangan ibu bawang merah. Tentu saja, sang ibu marah dan menyuruhnya untuk mencari baju tersebut hingga ditemukan. Bawang putih kembali lagi ke sungai dan berjalan ke arah barat untuk mencari baju kesayangan ibunya. Ia berjalan menyusuri aliran sungai hingga puluhan kilometer. Setelah itu, bawang putih tiba-tiba melihat seseorang yang sedang memandikan kerbau di sungai. Ia bertanya kepada orang itu mengenai baju yang hanyut. Kemudian, ia mendapat informasi bahwa baju ibu bawang merah hanyut namun baju tersebut tidaklah jauh dari tempatnya berdiri. Saat itu juga, bawang putih segera berlari menyusuri sungai untuk menemukan baju tersebut.

Hari semakin gelap dan bawang putih menemukan sebuah rumah. Karena ia sangat lelah, Dan ia pun juga memutuskan untuk beristirahat sejenak di rumah tersebut. Ternyata, di dalam rumah tersebut ada seorang nenek yang sebelumnya sudah menemukan baju milik ibu bawang putih. Kemudian Sang nenek pun ingin mengembalikan baju tersebut kepada bawang putih dengan 1 syarat bawang putih harus menemani nenek itu selama seminggu. Dan sehingga Bawang putih pun juga begitu iba dengan nenek tersebut, dan ia setuju untuk tinggal bersama sang nenek selama seminggu. Dalam waktu satu minggu, Dalam beberapa waktu jika bawang putih membuat nenek tersebut amat gembira serta bekerja dengan rajin dan tidak pernah mengeluh.

Maka bawang putih diberikan satu buah labu sebagai hadiah. Ketika membuka labu tersebut, ia sangat terkejut karena didalamnya terdapat emas dan permata yang begitu banyak. Ia segera pulang dan memberitahukan kejadian tersebut kepada sang ibu dan juga bawang merah. Namun, emas dan permata yang ia dapatkan segera direbut dan ia dipaksa untuk memberitahukan dimana perhiasan tersebut dapat diperoleh. Bawang putih segera mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari seorang nenek yang tinggal di dekat sungai. Pada keesokan harinya, bawang merah datang ke rumah nenek tersebut dan tinggal selama satu minggu. Namun, karena bawang merah adalah gadis yang malas, maka sang nenek memberikannya labu yang berbeda dengan bawang putih. Bawang merah tidak peduli dan ia segera pulang dan membuka labu tersebut bersama ibunya. Ternyata, isi labu tersebut bukanlah permata atau emas, namun ular berbisa yang menggigit bawang merah dan ibunya. Pada akhirnya Kedua orang tersebut meninggal karena keserakahannya. Bawang putih kini hidup sendiri namun ia lebih tenang karena tidak ada lagi orang yang menganggunya. Ia hidup bahagia dengan emas dan permata yang dimilikinya.